Happy monday, everyone...
Happy holiday 😀
Happy macet juga 😁
Dapat kabar dari temen yang lagi healing ke pantai, katanya mereka macet-macetan lagi hihihi, jadi macet itu terkadang asik yaaa 😆
Oke, di hari sabtu kemarin, saya sudah memberikan jadwal tema ngeblog.
Jadi hari senin kita ke motivation day. Secara senin kan banyak yang bilang I hate monday, kecuali mungkin monday hari merah, pasti bikin seneng hehe.
Oiya, mungkin ada yang bertanya juga, kenapa kemarin hari minggu nggak ada post? Katanya mau tiap hari nulis? hehe
Nah, hari minggu itu, sebenarnya saya jadwal off gadget. Yaa, kadang pengen aja gitu, istirahat tenang, tanpa tang ting tung notif, wa, ig, shopee, bahkan sampai gamenya anak-anak 😐, bukan berarti sok jadi orang penting atau apa, sebenarnya saya tidak terlalu banyak grup wa yang rame tiap hari atau banyak orang yang selalu ngehubungi, enggak juga hehe.
Tapi lebih ke pengendalian saya terhadap gagdet. Juga ingin ngasih teladan ke anak-anak, untuk nggak selalu pegang hp. Lebih ke itu sih.
Nah, jadilah hari minggu saya jadwalkan off blog. Meskipun kadang off gadget, kadang nggak, karena ya itu tadi, konsistensi saya off gadget juga masih labil 😞
Okay, kita balik ke tema hari ini ya.
Motivation day, hmmm, sebenarnya saya masih cari-cari mau nulis motivasi tentang apa. Jujur saja self-motivation saya pun masih rendah. Terkadang jika sedang dalam motivasi tinggi, saya bisa mengerjakan proyek-proyek saya dengan baik. Namun, jika motivasi saya sudah menurun. Saya akan meninggalkan proyek-proyek itu, dengan catatan tidak merugikan orang lain. Tapi tetap jika berkaitan dengan pekerjaan yang menyangkut tanggung jawab sebagai guru, orang tua atau tanggung jawab saya di organisasi dll, saya selalu berusaha mengerjakannya dengan baik.
Yuk, kita mulai pembahasannya. Di atas saya mengambil judul, Don't be afraid of being alone, kurang lebih maksud saya, jangan takut ketika kau merasa sendiri. Nah, tolong koreksi jika bahasa inggris saya kurang tepat hehe...
Baik, di era milenail sekarang ini, mendapatkan komunitas, lingkaran-lingkaran pertemanan, geng-geng sehobi, teman-teman di dunia nyata ataupun maya sangatlah mudah.
Siapapun kita, seorang pekerja kantoran, ataupun bekerja dari rumah, bahkan yang tidak bekerja secara formal pun, akan dengan mudah mendapatkan circle-circle pertemanan. Berapa banyak circle yang anda punya? Maka hitunglah grup WA anda, maka itulah circel kalian hehe. Yah, meskipun level circle itu ada yang level pertemanan formalitas karena pekerjaan, komunitas hobi dll, level lumayan dekat seperti teman saat sekolah, lingkungan rumah dll, atau bahkan level sangat erat, yaitu persahabatan yang sudah bertahun-tahun. Jangan bicarakan soal circle keluarga, karena itu adalah ikatan yang erat, yang tidak akan bisa dipisahkan.
Nah, berinteraksi dengan circle atau geng-geng ini, kadang memang sangat menyenangkan. Kita merasa dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita walaupun tidak mempunyai ikatan darah. Banyak kegiatan yang sering kita lakukan bersama, hang out di cafe, kajian keagamaan, shopping, touring, dll.
Namun, apakah semua orang mengalami hal seperti itu, mempunyai banyak lingkaran pertemanan?
Ternyata banyak juga diantara kita, yang meskipun banyak lingkaran pertemanan, tapi merasa sendiri. Ya, karena itu kembali lagi pada karakter kita sendiri. Kadang bagi orang yang super, ramah, penuh percaya diri, sangat mudah mendapatkan teman. Namun, bagi orang tertutup, minderan, pendiam, agak sulit masuk ke dunia ramai per circle an itu.
Ketika dalam posisi ini, yaitu merasa sendiri, tak ada teman yang menemani dan hanya berteman sepi, (hahaha, kayak lagu jadul yaa 😂), maka ada hal-hal yang bisa menjadi perenungan.
Pertama, kita bisa merenung untuk introspeksi ke dalam sendiri, mungkin ada sifat-sifat kita yang kurang disukai orang lain, misalkan jutek, kurang peduli, jarang menyapa lebih dulu. Maka, perbaikilah sifat-sifat yang kurang baik tersebut. Tapi, tentu saja jangan jadi sok akrab sok dekat juga. Intinya jadilah orang yang lebih bisa menerima orang lain dengan segala perbedaannya.
Kedua, mungkin kita belum menemukan pertemanan yang pas yang sesuai dengan interest kita. Maka, jangan memaksakan kesukaan kita harus disukai teman-teman kita. Jika mereka tidak sama interesnya dengan kita, sehingga tidak mau dekat dengan kita, ya sudah, tidak apa-apa. Biarlah pertemanan ini level biasa saja.
Selain itu, dengan kesendirian kita akan lebih mandiri, tidak bergantung kepada orang lain. Kadang memang ketika kita punya circle atau geng ini, kita merasa berbagai hal harus seragam, kalau mau melakukan sesuatu harus bareng, kalau yang satu tidak bisa, maka dibatalkan kegiatannya. Jika yang satu melakukan kegiatan sendiri dan tidak ngajak-ngajak, diprotes lah sama teman se circle nya. Harus ada waktu hang out bareng secara rutin. Jika ada yang jarang gabung, maka kadang dijauhi atau dianggap tidak solider. lambat laun ada sebuah karakter yang terbentuk dalam diri kita, yaitu prilaku orang lain akan mempengaruhi perasaan/mood kita. Ketika orang lain baik, maka mood kita baik. Jika orang lain memperlakukan kita tidak sesuai harapan kita, maka mood kita akan rusak.
Duh, jangan sampai seperti itu. Jangan sampai perilaku orang lain mempengaruhi mood kita. Karena perilaku orang lain adalah hal yang tidak bisa kita kontrol. Kita sendiri hanya bisa mengontrol perilaku kita atas efek dari perilaku orang lain. Jadi seerat apapun circle atau geng kita jangan sampai mempengaruhi ups and downs mental kita.
Jadi, ketergantungan seperti ini tidak baik. Apalagi bagi yang sudah punya keluarga sendiri. Jangan sampai prioritas keluarga, menjadi nomer berapa, karena lebih memprioritaskan pertemanan.
Nah, jadi intinya, ketika merasa sendiri nggak ada teman dekat, it's okay. Kadang kamu lebih bisa mengeksplorasi diri dengan berdiri sendiri. Trust me hehe
Okay, hari ini segini dulu, ya...
See you...