Jumat, 27 Desember 2024

Choco Cookies

Tiba-tiba saja saya jago bikin cookies 😂

Emm, nggak juga sih. Masih harus liat resep, baru bisa 😁

Oke langsung aja ya, ini resep andalan saya. Dan anak-anak approved, katanya mantapsps 😄

Etapi fotonya nanti ya. Soalnya belum sempet difoto uda keburu abis hihihi, sombongg...

Choco Cookies

Bahan-bahan:

150 gr margarin

65 gr gulpas

65 gr brown sugar

1 btr telur

200 gr tepung terigu 

1 sdm susu bubuk

1 sdt baking powder

1 sdt vanili bubuk/cair

100 gr choco chips


Cara membuat:

1. Kocok mentega, gulpas dan brown sugar sampai tercampur rata atau kental.

2. Masukan telur dan dikocok lagi sampai tercampur rata.

3. Masukan tepung terigu, susu bubuk, baking powder dan vanili sambil diayak, aduk sampai rata.

4. Masukan choco chips, dan diaduk kembali.

5. Siapkan oven, dan panaskan terlebih dahulu.

6. Siapkan loyang yang sudah dialasi kertas roti atau sudah dioles mentega tipis tipis.

7. Gunakan sendok untuk mencetak adonan, dan simpan di atas loyang

8. Panggang selama 25 menit dengan suhu 150 dercel.

9. Setelah matang, angin anginkan dulu cookies supaya mengeras.

10. Setelah dingin, masukan toples dan tutup rapat


Nah, mudah banget bukan, sok atuh liburan pada bikin yaa hihihi.


Oiya, hari ini aku bersyukur atas diriku, berterima kasih kepdaa diriku, karena akhirnya bisa kembali produktif menulis dengan tertib selama seminggu ini.

Makasi ya, Bu Jazzy, Teh Eka, Mak Eka, Neng Uti, Umi Neng, Mi Atan atau apapun lah, makasih banyak udah bangkit 💕

Mantra Penenang

 



Hari ini spritual day. Kita akan sedikit merenung dan mentadaburi beberapa ayat Al Quran. 

Kali ini kita akan merenungkan makna dari dua ayat Qs. Al-insyirah, yaitu ayat 5-6.

Meskipun 2 ayat, tapi isinya hampir sama. Bedanya hanya, ayat 5 memakai awalan ف yg ayat selanjutnya tidak. 

Ayat ini sangat populer. Dari mulai anak-anak sampai orang dewasa yang pernah belajar mengaji sepertinya tahu dan hapal. Artinya pun pasti sudah sangat diingat di luar kepala.

"Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan"

Tidak perlu tafsir yang dalam atau rumit. Secara harfiah arti dari ayat tersebut sudah sangat mudah dipahami. 

Allah menyampaikan kepada hambanya, ketika ia didera kesulitan atau penderitaan maka jangan bersedih terlalu lam, karena setelah itu pasti ada kemudahan. 

Kalau bahasa puitisnya, "Setelah badai akan muncul pelangi". Setelah musibah akan datang kebahagiaan besar. Setelah tersakiti dan terdzolimi akan diberi nikmat yang besar. Kurang lebih seperti itu pemahaman saya tentang ayat ini.

Pesan yang Allah sampaikan sangat sangat sederhana namun menenangkan, bukan? Hanya saja masalahnya, kita percaya nggak sama janji Allah itu? Kita percaya nggak kalo Allah bakal selalu ada nolong kita? Kita percaya nggak kalo selalu baik sama kita? Kita percaya nggak kalo gak akan ninggalin kita?

Kadang diposisi sedang didera banyak masalah yang membuat kita terpuruk atau bahkan sakit yang sangat dalam, kita merasa Allah jahat. Merasa Allah tidak sayang pada kita. Kita merasa hanya kita yang menderita, sedangkan orang lain selalu diberi kebahagiaan. Kita merasa Allah tidak adil, karena kebaikan-kebaikan kita serasa dibalas dengan kesulitan, sedangkan orang lain yang sepertinya selalu berbuat jahat, malah selalu dilimpahi kenikmatan.

Saya sedang tidak membicarakan orang lain. Saya membicarakan diri saya sendiri. Saya akui itu adalah perasaan manusiawi saya ketika sedang ditimpa kepahitan yang sangat. 

Saya pun kadang lupa pada ayat ini ketika ditimpa masalah bertubi-tubi dalam hidup. Saya sibuk menyalahkan si A, si B, bahkan diri saya sendiri. Menyalahkan Allah? Ya, kadang tersirat pemikiran itu, walaupun setelah itu segera saya beristigfar dan mengenyahkannya.

Seharusnya ayat ini saya catat baik-baik di benak. Bahwa setelah kesulitan akan datang kebahagiaan. Ya, saya sangat percaya janji Allah ini. 

Tapi berbicara mengenai kemudahan atau kebahagiaan setelah kesulitan kadang kita mengibaratkan sebuah kebahagiaan besar yang bersifat materi. Misalnya diberi uang banyak, diberi jabatan tinggi atau lebih dipedulikan orang sekitar. Sehingga, ketika hal-hal tersebut tidak didapat ketika kita sudah menerima musibah, kita akan menganggapnya kita belum diberi kebahagiaan oleh Allah. 

Padahal ketika kita diberi musibah, dan fisik serta mental kita masih kuat dan waras, itu adalah kemudahan dan kenikmatan yang tak ternilai. 

Banyak orang-orang yang ketika diberi musibah, fisiknya tumbang karena sakit, atau bahkan ia menyakiti diri sendiri (lebih jauh lagi bundir, naudzubillah). 

Maka bersyukurlah ketika musibah membuat kita menjadi lebih baik secara fisik, hati, dan ruhani. Karena hanya orang-orang terpilih yang bisa melaluinya.

Manusia dan permasalahan akan selalu berdampingan. Jika diibaratkan permasalahan hidup adalah bayangan dari manusia itu sendiri. Akan selalu mengikuti kemanapun.

Jadi selalu diingat ayat ini kemanapun yaa.

See ya...



Kamis, 26 Desember 2024

Gue Envy Sama Elo




Nah, kali ini judulnya eye catching kan? 😄

Kenapa coba tiba-tiba judulnya kayak gitu? Apa hubungannya sama buku? Lho, kok? Ya kan hari kamis jadwal Book Review. Jadi harusnya tulisan ini tentang resensi buku. Emmang, sodara sodara. Saya pasti menepati janji. Hari ini saya pasti menulis resensi buku. Jadi kalem yaa semuanya jangan pada protes 😁.

Baiklah mari kita mulai. 

Buku yang kali ini saya resensi berjudul "English Mission, 35 Missions to Rescue Your English". Penulisnya 2 orang Karlina Denistia dan Mega Wulandari. 

Pas baca judulnya, saya jadi teringat buku saya #Cieeee. Gini gini juga saya pernah nulis buku solo, lho 😅. Dan saya sedih masa-masa jaya saya sudah berlalu. Yaa, maksudnya masa jaya itu ketika saya produktif mengikuti kelas-kelas menulis kemudian hasil tulisannya dipublish di buku antologi. 

Kenapa atuh sekarang teh eka tidak produktif lagi atau kurang produktif lagi? Yaa, namanya juga hidup ya kadang di bawah kadang di atas. Tapi kok kerasanya kemarin masa jaya saya sebentar banget. Sedangkan masa terpuruk saya sampai hari ini masih kerasa. Hmmm.....bangkti ya, harus bangkit, harus bisaaaa, Mangats Jazzy...

Oke, balik lagi ke pembahasan buku. Kenapa judulnya menarik? Karena dari ilmu tentang judul yang saya dapat, buku non-fiksi tentang tutorial atau tips itu memang menarik ketika ada angka. Angka disitu menunjukkan step yang harus kita lalui untuk memahami atau meraih sesuatu. Contoh misalnya judul artikel, 7 Langkah Menuju Kulit Sehat, Cerah Alami. Nah, kan buat emak emak yang sudah keriput seperti saya tips itu menarik sekali. Daripada hanya kalimat seperti ini "langkah-langkah menuju kulit sehat alami". Nah, itu tidak menimbulkan kesan penasaran. Kalau ada angkanya, pembaca akan penasaran, apa aja sih poin poin itu. 

Buku saya yang pertama (mudah-mudahan bukan sekaligus yang terakhir 😟) itu pun judulnya memakai keajaiban angka (duh, bahasanya hihihi). Judulnya "Pendidik Asyik; 13 Karakter Guru yang Disukai Siswa". Nah, bagus kan judulnya. Apalagi memakai angka unik 13. Kan banyak yang menganggap angka 13 ini itu. Saya nggak percaya sih. Cuma angka 13 itu, angka ganjil yang oke aja. Hahaha ga jelas banget. 

Intinya menurut saya judul buku saya itu oke banget. Mmm, harusnya judulnya oke pastinya jadi best-seller dong ya. Coba tebak, buku saya laku nggak? Ya laku lah, masa enggak. Seenggaknya teman-teman dan saudara-saudara saya pada beli. Entah kasian entah kepaksa 😂. Astagfirullah. Nggak deh, saya percaya mereka membeli karena emang suka dengan isi buka saya. That's it. 

Udah ya, ngomongin buku saya nya. Kembali ke jalur yang benar. 

Buku English Missions ini berisi tips-tips bagaimana bisa dengan mudah menguasai berbagai skill bahasa inggris terutama skill speaking sama writing.

Untuk skill speaking, kita akan dituntun dengan template-template ungkapan bahasa inggris yang bisa dipakai dalam percakapan sehari-hari. Jadi kaya kitu tuh dituntun, misalnya membuka percakapan seperti apa, kemudian nanti dijawab apa. Trus supaya percakapan berlanjut bisa bertanya tentang apa, hal-hal ringan disekitar. 

Dalam skill writing pun kaya gitu. Ada konsep hamburger yang saya ingat. Roti atas ibarat pembuka, kemudian isinya, dan ditutup lagi sama roti. 

Nah, kalo urusannya sama makanan saya cepat ingat kan 😄.

Mmm, apalagi yaa. Selain itu juga grammar grammar yang kadang kaku dijelaskan di sekolah, dibuat semudah mungkin untuk diingat. Tapi saya lupa lagi tenses apa aja ya 😆

Ah, sudahlah. Pokonya buku ini saya kasih rate 5/5.

Jadi apa maksud judul di atas? Maksudnya saya iri sama kakak-kakak dua orang penulis buku ini. Karena bisa membuat buku bahasa inggris yang enak dibaca dan mudah dipahami. Saya sebagai guru bahasa inggris puluhan tahun, pengen juga bisa bukun buku kaya gitu. 

Kapan ya?

Hmm, mudah-mudahan gak lama lagi

Doakan kawans...

Selasa, 24 Desember 2024

Dibagi Rapot

Cobi nya titenan judul-judul postingan abdi ti opat dinten kapengker, meni asa bariasa nya, teu rarame 😅. Keukeuh nya ngamasalahkeun judul hihihi. Padahal mah meni kudu dipikiran pikiran teuing nya. Ah, kitu da istri mah, hal sepele ge meni dipikiran. Tapi da judul mah lain masalah sepele sih. Dina elmu nulis, judul teh penting pisan. Pan dinu postingan sateuacana tos dijentrekeun nyaa. Moal diulang deui da sanes ulangan 😆. Mangga aos deui we postingan nu judulna "Fokus pada Tujuan".


Tah ayeuna abdi bade ngadongeng pangalaman nyandak rapot pun anak nu pangageungna, nyaeta Kaka Fathan, nu ayeuna kelas 1 SMA. Janten ieu teh pangalaman abdi munggaran nyandak rapot putra di SMA. 

Kumaha kitu bentena nyandak rapot SMA sareng nyandak rapot SD, MTs nu sateuacana?

Hmm, saleresna mah teu patos benten tebih sih. Rutinitas sateuacana mah masih siap siap di bumi, naek motor ka sakola pun anak, ngisi absen, kenging konsumsi, teras calik, ngupingkeun pihak sakola masihan bubuka 😁.

Nya da abdi ge apapanan guru, janten rundown dibagi rapot mah kitu wee 😅

Tapi nu rada benten kamari mah, sateuacana teh aya heula training motivasi ngeunaan pendidikan anak alias parenting bahasa keren na mah. Sanes parenting basa sunda. Parenting basa sunda mah hartosna hal-hal nu penting. ieu mah parenting tinu basa inggris parent ngangge akhiran -ing. Janten kirang langkung hartosna ilmu ngeunaan ke-orangtua-an. 

Jadi kolot atawa orang tua teh salah sahiji rizki nu dianti anti tiap tiap jalma atawa pasangan nikah. Saha wae nu tos nikah, bakal miharepkeun dipasihan katurunan. Teu sakedik jalmi anu ku Allah teu acan dipaparin putra atau malih teu gaduh putra dugi ka akhir hayatna. 

Ku kituna, pasangan suami istri nu dirizkian putra, berarti ku Allah parantos dipikanyaah kalintang ageungna. Sanaos putra oge di satu sisi tiasa janten cocobi kanggo putrana.

Tah, janten kumaha atuh, gening gaduh putra teh tiasa janten mamala oge, ari kitu mah mening tong gaduh putra alias childfree istilah kerena mah. 

Anu ngajantenkeun putra sae atanapi awon teh, taya sanes nyaeta sepuhna. Sapertosna sadaya agama atanapi berbagai disiplin ilmu, level masyarakat, sapagodos yen didikan sepuhna leres leres mangaruhan karakter putrana. 

Karakter teh hartosna luas. Tiasa janten sifat-sifat dasar, kekuatan mental, fondasi agama, pandangan hidup jeung rea rea deui.

Tah uih deui nya ka acara parenting di sakola pun anak tea.

Teman waktos harita teh, ngeunaan "Peran Vital Orangtua dalam Menentukan Sekolah Lanjutan Anak" kirang langkung kitu we, abdi hilap deui judul leresna 😁

Naon cenah eusina materi eta teh? 

Intina mah sepuh teh kedah leres leres ngabimbing putrana tinu berbagai aspek, hoyong kamana, bade dimana naon tujuana sakola lanjutan teh. 

Tapi maksadna ngabimbing sekolah lanjutan teh sanes marentah kedah ka sakola A, atanapi ka perguruan tinggi B atanapi nyandak jurusan C, sanes tutunjuk bales ku bentik curuk.

Janten sepuh teh kedah nitenan, nganalisis tia murangkalih alit keneh, bakatna kamana, minatna kamana, passion na kamana. Btw, naon nya bentena minat, bakat sareng passion? 

Minat teh karesepna kanu naon. Bakat katiasana kanu naon. Passion ambisina impiana kanu naon. Margi tiasa wae minat tapi sanes passion. Ah, resep we eta mah. Misalkeun budak abi mah resep kanu basket da rerencangana osok ngajak maen basket. Tah eta mah minat, kusabab kacandakeun ku batur. 

Pami bakat katiasa. Kadang kawis aya budak teh nu minat sareng bakatna bertolak belakang. Minatna kanu basket margi kacandakeun ku batur, padahal bakatna mah dinu renang.  Margi sepuhna perenang, misalkeun. Tapi anjeuna teh alim mendalami renang mah da teu aya rencang.

Tah passion langkung kiat deui usaha untuk meraihnya. Passion mah malih sok janten cita-cita. Kahoyongna di masa depan kanu naon. 

Sepuh teh ilaharna pami nangtoskeun sakola tujuan budakna berdasarkan ningali ka batur atawa engke milarian padamelana gampil atawa henteu.

Misalna ningal tatanggi budakna gagah janten tentara, putrana ge dipiwarang janten tentara. Ningal putra wargina seueur artos janten dokter, atuh putrana ge dibibita janten dokter. Atawa seseringna mah, kumargi sepuhna PNS, damel raos, nampi gaji bulanan, putra na ge dipiwarang janten PNS.

Sapami murangkalihna aya dinu minat bakat di dinya mah, nya teu sawios. Tapi teu sakedik oge nu minat barudakna teh bertolak belakang sareng kahoyong sepuhna.

Tah eta teh sok janten konflik ageung saupami duanan pakeukeuh keukeuh. Sepuhna keukeuh maksa miwarang, putrana keukeuh alim.

Ah, biasa wae atuh konflik sepuh sareng putra mah. Ke ge akur deui. 

Henteu kitu oge. Seueuer barudak nu janten stress, bendu ka sepuhna malih aya nu kabur ti bumi, ngan saukur perkawis masalah neraskeun sakola ieu.

Tah berarti nu kitu teh budak durhaka, teu nurut ka kolot.

Teu tiasa oge ngecap budak langsung durhaka, pedah ngedalkeun kahoyongna sakola kamana. 

Atuh janten kedah kumaha? 

Tah numatak numawi, hulu botak katinggang awi 😂, duh punten intermezo heula nya, eta bobodoran pun lanceuk, sok hoyong seuri 😁

Intina mah, kedah sering sering mengenal anak, pasipatana kumaha, karesepna kamana, kinten kinten pakasabana kamana. 

Janten ke pala putra urang teh tiasa nyepeng padamelan nu matak nyandak bagja, seueur artos, manfaat ka sasama.

Okay.....


Mother's Day

Indonesia celebrates Mother's Day every December 22nd. It means three days ago all mothers in Indonesia commemorate their sacred days. Most of mothers had some gifts from their children. Most of them were surprised, for example all children helped them with the house chores. Their children brought them having dinner in fancy restaurants.  Their children who worked or studied far away, suddenly come home without any notifications. 
All mothers seemed so happy that day. 
Were they?

What about me? 
I'm a mother of two children. 
What I've got from my children? 

Mmm, nothing. They didn't give me anything. My husband also, he didn't congratulated me. Well, he's not my children right. So he didn't need to do it. 

Okay, was I sad with it?
Was I sad, when my children didn't notice the mother's day, and never said or gave anything to me? 
Well, not really. I wasn't sad. Even, I almost forget that day was a mother's day. 
On that day, I spent my whole morning from 6 am until dzuhur in my kitchen. I made some food and snack. I cooked breakfast, fried rice (my children's favorite) and ulen (my husband's favorite). For lunch I made snacks that is cibay, cheese roll and dimsum also my daughter's favourite, pangsit. 

I realized that was mother's Day, when I saw some content in Instagram telling about it. 
Then I remembered my mom. 
She is the greatest woman ever. She's raising us in a magical way. She's brave and brilliant woman. 
I don't know how describing her in correct way. I'm doubt I have appropriate terms about it. 

I didn't send any greetings to her. I didn't say "Happy mother's Day, Bu Yayat".
I didn't say it. 
Coz I know she wasn't get used to it. And she doesn't need any greetings. 
I know she would be very happy if we grow up into the mature ones. The better person. Raising up our children according to her way. 

Dear Mom, 
I won't say Happy Mother's Day. 
But, I'll try my best to be the best version mom ever. 
You'll see it, Mom. I promise 💕


Senin, 23 Desember 2024

Fokus pada Tujuan






Mmm, judulnya kok nggak asyik gitu ya. Flat, straight to the poin, tidak eye-catching. Tulisan semalam juga ga enakeun ya judulnya. I'm Back. Udah gitu doang. Kayak judul-judul artikel mainstream lainnya. 

Judul itu kan ibarat etalase kalo di sebuah toko, harus terlihat menarik, pikabitaeun kalo kata orang sunda mah, artinya harus bisa menggaet orang untuk masuk ke toko kita bahkan sampai memborong produk kita. 

Begitupun tulisan. Judul yang menarik adalah ketika orang melihatnya, akan tertarik untuk membaca isi artikel sampai tuntas. Begitu sih yang saya pelajari dari berbagai pelatihan menulis. Apalagi judul-judul cerpen atau novel. Wah itu lebih menantang lagi. Bagaimana caranya membuat judul menarik yang tidak terlalu panjang, tapi merefleksikan isi cerita secara keseluruhan. Nah, bagian ini saya angkat tangan. karena saya belum pernah menulis novel hehe. 

Etapi, ada juga kan novel-novel best-seller yang judulnya sederhana banget. Misalnya nama-nama tokoh utamanya, kayak Harry Potter, atau novel-novel Tere Liye, misalnya Selamat Tinggal, Rindu, Hujan, Bulan, Bintang. Itu cuma ngabsen benda-benda angkasa aja kan 😅. 

Mungkin kalo penulis besar, udah nggak usah branding via judul novelnya ya. Mereka udah punya fans militan tersendiri. Jadi kalo misalnya publish novel baru, tanpa liat judl novelnya apa, fans garis kerasnya pasti akan langsung membeli. Kayak saya ini, fans Tere Liye. Nggak garis keras juga sih. Kalo punya uang ya beli novelnya, kalo ga punya, yaa minjem aja dari org lain hihihi. 

Tapi sekarang ini saya lagi ngidam banget novel Tere Liye yang baru. Judulnya "Sendiri". Nah, judulnya sederhana banget kan. Kalo saya yang publish novel dengan judul kayak gitu, dipastikan nggak akan yang beli, jangankan beli, penerbit juga mikir mikir nerbitinnya 😄. Ya iyalah, penulis dari antah berantah, nggak dikenal siapapun, judulnya juga biasa banget, jelas tidak akan menguntungkan penerbit.

Oke, jadi sebenarnya hari ini mau cerita tentang judul atau gimana? Katanya senin mau ngasih motivasi. 

Of course, dong. Hari ini saya mau nulis motivasi, sambil travelling. 

Jadi dalam keadaan apapun, tidak akan menghalangi jadwal nulis. 

Mudah-mudahan yaa selalu istiqomah hihi. 

Saya saat ini sedang dalam perjalanan ke suatu tempat. Dimana coba? Bisa tebak ga dari fotonya? 


Oiya, jadi mulai hari ini postingan saya akan  selalu ada foto ya. Jadi blog saya nggak terlalu polos hehe. Nah, itu hal baru yang saya janjikan kemarin. 

InsyaAllah sambil belajar nulis, saya belajar fotografi juga, wow banget kan 🤭


Balik lagi ke perjalanan kali ini. Ini bukan perjalanan liburan. Tapi saya diminta membersamai tim rihlah untuk survey ke sebuah tempat wisata terkenal di Jawa Barat. Kita kita anda bisa menebak saya mau kemana?

Ya betul, saya mau survey ke the one and the only Pangandaran Beach. 

Ga bosen Buu, rihlah nya ke Pangandaran mulu? Disyukuri aja. Mungkin baru bisa bolak balik ke Pangandaran. Insya Alloh beberapa tahun lagi bisa bolak balik rihlah ke Mekah ya, sekalian umroh, aamiin...

Saya excited sekali melakukan perjalanan ini, walaupun kondisi badan sebenarnya sedang flu. Hidung mampet, suara bindeng, bersin bersin, tapi karena ada tujuan indah yang akan saya datangi, saya seakan lupa bahwa saya akan mengalami ketidaknyamanan di perjalanan. Dan Benar sekali. Hidung saya gatal. Telinga sedikit mampet. Tenggorokan sedikit serak. Mata perih. Berkali-kali ke toilet karena harus banyak minum. Pokoknya agak sedikit menderita di perjalanan ini secara fisik

Tapi sepanjang jalan saya ceria. Ngobrol dan bercanda dengan teman-teman guru. 

Begitupun ketika melakukan lobi di beberapa tempat, seperti pihak hotel, catering dan tempat wisata. Semua berjalan lancar dan nyaman. 

Apa yang membuat batik saya bahagia, walaupun raga tidak fit? 

Karena saya tahu tujuan saya adalah tempat yang indah. Saya akan healing (plus kerja sebenernya hihi). Saya akan melepaskan sedikit stress dan melihat pemandangan yang menyenangkan. 

Hikmah perjalanan ini, mengingatkan saya akan hakikatnya hidup seorang muslim. 

Ketika kita hidup serasa menderita. Didera berbagai ujian dan cobaan. Serasa harus selalu bersabar. Serasa harus selalu menahan hawa nafsu. Serasa harus mengikhtiarkan sesuatu kenikmatan dengan sulit, kita merasa selalu ingin menyerah. 

Tapi ketika kita sadar dan paham bahwa tujuan kita adalah tempat yang maha indah yaitu surga, kita akan menjalani dengan senyuman. Karena kita tahu di akhir nanti kita akan "healing" di surga. Memang mudah untuk diucapkan. Tapi sulit sekali ya untuk dipraktekan. Sulit bukan berarti tidak bisa kan. 


Jadi ketika mengalami musibah, ujian dan cobaan, hadapi dengan cara yang Allah inginkan. Dan tersenyum lah, lafalkan mantra "Tak apa, ini pisurgaeun" 😁

Istilah pisurgaeun itu adalah bahasa Sunda, dimana sebuah kata benda, memakai imbuhan pi-eun, artinya menghasilkan. Jadi pisurgaeun artinya menghasilkan surga. Piduiteun, menghasilkan duit. Piomongeun menghasilkan  omongan alias sesuatu yang menimbulkan masalah. 


Nah, segitu dulu aja yaa. I'm otw home 🤗


Minggu, 22 Desember 2024

I'm Back

Hey, saya balik lagi....

Jangan bosen yaa dengan keanehan saya yang kadang rajiinnn posting, kadang hilaangg....

Maaf, jangan juga dianggap lebay, karena saya pun manusia terkadang ada saat saat mental kacau hihihi


Kalau saya sudah nulis normal seperti ini, berarti saya sudah baik-baik saja yaa, sudah sehat walafiat, dan mudah-mudahan selamanya, Aamiin...

Wahai, para pembaca setiaku, walaupun tahun baru beberapa hari lagi, tapi saya mau menjalankan resolusi saya mulai hari ini. 

Salah satu resolusi saya yaitu menjalankan kembali rutinitas menulis melalui blog ini setiap hari. Saya akan kembali lagi menulis sesuai jadwal mulai hari esok, ya.

Tolong catet janji saya ini pada diri sendiri 😁

Jadwalnya apa sih? Lupa kan? Sama. Saya juga lupa 😄


Tapi kalo ga salah kaya gini ya.

Hari senin = Motivation Day. Jadi saya akan menulis kata-kata penyemangat untuk memulai hari supaya lebih semangat dan bermanfaat untuk bekerja dan belajar. 

Hari selasa = English day. Di hari ini saya akan menulis random dalam bahasa Inggris.

Hari rabu = Sundanese day. Di hari ini saya akan menulis apapun dalam bahasa sunda.

Hari Kamis = Book reviewe day. Saya akan menulis review sebuah buku yang sudah saya baca. 

Hari Jumat = Spiritual Day. Hari ini saya akan mengeksplor sebuah ayat atau hadis menurut pemahaman saya. 

Hari Sabtu = Cooking Day. Saya akan menuliskan sebuah resep masakan yang jadi spesialisasi saya cieee 😅


Nah, kira-kira seperti jadwal ngeblog saya. Jadi saya tidak akan menunggu tanggal 1 Januari untuk memulai lagi. Karena bagi saya setiap hari adalah semangat baru dan jiwa baruuu, yesss.

Jujur selama kemarin berbulan bulan hiatus, otak saya kok serasa bego yaa 😏Hihi maafkan saya berlebihan mungkin. 

Tapi memang serasa ada yang kurang kalau saya tidak curhat ini itu di blog. Pokoknya my blog my bestie wkwkwk. Saya bakalan selalu nulis walau apapun yang terjadi, in bad days or good days, when I'm happy or sad, better or worse. 

Oiya satu lagi. Besok bakalan ada sesuatu yang baru di blog saya. Apakah itu? Yaa pokonya besok dateng aja yaa, ke "rumah" saya #eaaa

Semangatin saya selalu yaa kawans... 

My Passport Story

Ga apa-apa saya dibilang kampungan atau malu-maluin. Dibilang telat, kemana aja, gitu doang meni hewir alias riweuh. Orang lain juga punya t...