Rabu, 11 Mei 2022

Jadi Sultan dari Nulis Bisa Enggak, Sih?

 Hai, I'm back...😎

Mudah-mudahan kalian ga bosen ya, mendengar, eh, membaca tulisan random emak-emak ini hihihi...

Jadi gini, sebenarnya saya akan bikin schedule tema nulis per harinya. Misalnya, hari senin tema parenting alias curhatan seputar anak dan keluarga, wkwkwk. Hari selasa nulis resep makanan, meskipun ga jago jago amat masak hehe... dst, nah nanti saya akan bikin tema seperti itu ya. 

Tapi pekan pertama ini saya mau nulis random aja, tentang pemahaman saya mengenai dunia tulis menulis. Ingat ya PEMAHAMAN, jadi kalau bicara pemahamanm bisa jadi pemahamannya masih rendah, sedang, sudah ekspert, tapi yang pasti untuk bagian ekspert, it's not me hehehe.

Yuk, kita lanjut...

Oke, jadi hari ini tema saya tentang menggali cuan lewat tulisan. Yup, tidak bisa dipungkiri manusia memang sangat memerlukan materi. Tahu dong sekarang-sekarang ini apa-apa pasti bayar. Bahkan katanya mau ke toilet aja perlu bayar hehe.

Jadi terkadang saya tidak terlalu percaya dengan motto "Money can't buy happiness". Duh, terkadang di beberapa situasi atau bahkan di berbagai situasi, uang benar benar bisa membeli kebahagiaan. 

Contoh, misalnya saat kita sakit, harus dirawat di rumah sakit. Nah, pengen dong dirawat di kelas VIP supaya nyaman, penanganan juga diprioritaskan, tidak bercampur dengan pasien lain, dan keluarga lain pun nyaman menunggu kita. Kalau kita tidak punya uang, mungkinkah kita bisa dirawat di kelas VIP itu? Hehe, sorry to say, enggak bisa. Bahkan BPJS juga enggak ada yang golongannya VIP. Cuma sampai kelas 1 😁

Sekarang tentang dunia pendidikan. Sebagai orang tua, kita pengen dong anak-anak kita bersekolah di sekolah bagus, fasilitas lengkap, guru-guru berkualitas, dengan kurikulum yang bisa memaksimalkan berbagai kecerdasan anak. 

Well, sekolah seperti itu tentu saja mememerlukan fee yang tidak sedikit. Bahkan bisa jadi sekolah tersebut tidak terjangkau golongan ekonomi menengah, apalagi golongan ekonomi bawah. 

Jadi kesimpulannya, mempunyai materi lebih adalah sebuah kebahagiaan yang harus kita kelola dengan baik supaya bisa membuat mental kita juga bahagia, Iyes, tidak?

Next, yuk, balik lagi ke dunia menulis.

jadi, gimana, nih, menulis bisa jadi kaya enggak sih?

BISA. yak, saya kasih capslock. BISA. Apalagi dunia digital yang menyediakan platform-platform menulis fiksi. Atau situs berita online, dimana kita yang tidak pernah belajar jurnalis pun bisa menuliskan apa saja dan dipublish di situs tersebut serta dibayar. 

Atau lebih jauh lagi ketika kita bisa mencetak buku, maka buku yang dijual bereksemplar-eksemplar, tentu saja menghasilkan cuan yang banyak.

Beberapa dari kalian mungkin bergumam.

Saya sudah sering nulis, tapi kenapa enggak tambah kaya? Malah harus keluar modal supaya bisa mencetak buku.

Ya, memang itu pengorbanan penulis, terutama penulis pemula. Tentu untuk mencetak buku apalagi di penerbit indie, ada modal yang harus dikeluarkan. 

Jadi kapan kayanya, kalau seperti itu?

Hei, slowdown, to be a rich person, it needs a long stony road.

Iya, bestie, bukan cuma penulis, pekerjaan lain pun perlu jalan panjang untuk jadi kaya. Sebutlah PNS, wah enak jadi PNS, gaji dan tunjangan-tunjangan sudah terjamin tiap bulan, kerja pun begitu begitu saja, kadang banyak, kadang cuma diam aja di kantor. Tapi tetap meskipun terjamin, banyak juga PNS yang tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik, hingga ia terpuruk.

Begitupun jadi artis, misalnya, enak ya, bisa cepat kaya. Tidak juga, fren, jadi artis lika liku dan tantangannya banyak. Kalau tidak bisa bekerja dengan baik, ia akan terdepak, digantikan artis lain yang lebih berkualitas.

Ooh, supaya cepat kaya jadi youtuber aja, mungkin kalian juga berpikir seperti itu. Tinggal bikin konten yang lucu-lucu, wah dalam hitungan bulan aku akan jadi Horkay, kaya Mister Ashiap heheh.

Ternyata faktanya tidak semudah itu juga, brosis. Jadi youtuber kita harus siap resiko ada fans dan haters, juga komentar-komentar pedas netizen. Kaya enggak, tapi mental udah down, kan enggak lucu hehe.

Nah, jadi intinya, jika tujuan kalian menulis adalah materi, Insya Allah akan tercapai, asalkan kalian tetap menulis dan bersabar dengan ups and downs nya.


Tapi, benarkah tujuan kita menulis hanya demi materi? hmmm...

Yuk, tunggu tulisan saya besok yaa, see ya 😇

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Passport Story

Ga apa-apa saya dibilang kampungan atau malu-maluin. Dibilang telat, kemana aja, gitu doang meni hewir alias riweuh. Orang lain juga punya t...