Selasa, 07 Januari 2025

When she disappears

I wanna tell you about one of the most important person in my life. She's out of my nuclear family, but she plays the core point of our life. 

She's my family assistant. Or maybe some people call them maids. But, I prefer call them family assistant. 

She's actually the relative of my mom. Her husband is my mom's cousin. 

Her age is soon will be fifty. Yup, she's a lil bit old. But, she's a strong house a wife. 

She has three sons. And her house is near mine. So, she didn't stay in my house all day. She will come in the morning and come home in the afternoon. 

But, before that I wanna tell you the reason why I hire family assistant. 

It's because I'm a working mom. I'm a teacher in a full day school. I go to school at six in the morning and come home around four in the evening. 

Actually, I can do the house chores together hand to hand with my husband and my children. But, I'm so pity to fire her, because she will loose her earnings to afford her daily needs. His husband is barber. But, it cannot fulfill their family needs. 

I'm so lucky to have her as my assistant. She's very helpful and deft. She cleans the house carefully, she washes and also irons our clothes. But, the best is she's a good cook. She can cook delicious food. 

Unfortunately, in these two days she's got sick. She can work as usual. I'm so pity for her. Maybe she's getting tired because of doing many jobs at her house also in my house. 

I think she needs to get retired. But, I also confuse. If she's retired as my assistant, she will loose her salaries. Then, she can't fulfill her needs. 

well, for now I'm just hoping she's getting well soon. 

Allah gives her strength and health to do her task at her house and my house. 

Aamiin

Minggu, 05 Januari 2025

Kamu Mungkin Tidak Utuh Lagi

Hei, perkenalkan aku jiwa yang bertahan...

Kalian membaca itu sambil bernyanyi? Berarti kita satu playlist ya, atau setidaknya mengenal lagu-lagu kekinian. 

Lagu Donne Maula, judulnya Daur Hidup. 

Awalnya saya tidak tahu ada nama penyanyi itu, tapi pas tau istrinya baru lah "Ooooohhh..." mulut membulat, alias tahu istrinya, yaitu Yura Yunita. Nah, kalo Yura lumayan tahu karena lagu-lagunya beberapa lagu favorit saya. 

Lagu Daur Hidup ini, lumayan dalam maknanya. Bukan tentang cinta galau seperti lagu-lagu Bernadya, atau cinta yang lebay seperti Juicy Luicy (Maafkan buat fans Juicy yaa, itu hanya pendapat personal saya aja 😁).

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang ikhlas menjalani hidup dengan berbagai hantaman atau benturan yang menerpa. 

Naik turun, terjatuh terperosok, terluka, terhina dan segala sesuatu yang menyakitkan. Memang hampir semua orang dalam hidup lebih banyak mengalami kedukaan dibanding kebahagiaan. Hanya sedikit orang yang oleh Allah selalu diberi jalan lapang, kenikmatan melimpah, kebahagiaan yang tak terputus. 

Sisanya, manusia oleh Allah diberi cobaan yang bertubi-tubi dan mungkin kepahitan yang sambung menyambung.

Tak perlu mempertanyakan, kenapa Allah menakdirkan hamba-Nya seperti itu, karena nanti pembahasannya akan dalam, lama dan panjang. Dan yang alasan utamanya, saya tidak berkompeten menjelaskan itu, apalagi dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Quran. Karena saya pun kadang berada di posisi, why me, why me 😓

Seperti biasa kita mencoba menangkap hikmah saja dari berbagai keterpurukan.

Jadi begini, sebagai seorang hamba yang beragama apalagi mendalami Islam, kita pasti selalu berusaha untuk berjalan on the track. Beribadah dengan khusyu, memperlakukan orang lain dengan baik, selalu berhusnudzan, mengupgrade diri, berbagi materi dan amal sholeh lain yang diyakini bisa menguatkan iman dan menambah pundi-pundi pahala.

Hanya saja, sama halnya dengan rizki yang kadang datang dari arah yang tak disangka, begitupun dengan musibah atau ujian, terkadang datang seperti bom yang tak tahu meledak kapan. 

Kita sudah berusaha menjadi sebaik-baik hamba, tapi tetap saja ada jalan berlubang yang ternyata menyebabkan kita terperosok di dalamnya.

Ibarat kita sudah berhati-hati untuk berjalan di sebuah hutan. Kita sudah memakai outfit pelindung, kita sudah berdoa supaya dihindarkan dari marabahaya, kita sudah memilih jalur-jalur aman, tapi ternyata kita terperosok juga ke jurang yang yang dalam.

Ketika kita terperosok, ternyata kita masih diberi usia, alias masih hidup. Apa yang kemudian kita lakukan, sedangkan tebing tinggi menghalangi kita untuk kembali mencapai jalan yang seharusnya kita tempuh. Apakah kita akan menyerah dan terus berdiam diri di dalam jurang tersebut, dan menunggu seseorang lewat kemudian memberikan bantuan? Padahal badan kita terluka, penuh kotoran, dan tentu saja kita tidak mendapatkan pasokan bahan makanan.

Atau kita akan berusaha bangkit, mencari apapun untuk keluar dari jurang tersebut, dan ketika Allah menakdirkan kita sudah keluar, kita akan menyembuhkan diri dan membersihkan diri?

Tentu kita akan memilih jalan yang kedua. Kita tidak mau mati konyol di sebuah tempat yang sempit tanpa berusaha terlebih dahulu untuk keluar. Kecuali Allah menakdirkan kita memang harus wafat disana, tapi setidaknya kita sudah berusaha keluar. 

Nah, begitupun dalam hidup. Kita sudah berusaha selurus mungkin, mengikuti aturan Allah, meskipun sebagai manusia tentu kita tak pernah terlepas dari dosa yang kecil kecil, ternyata diperjalanan kita terperosok ke dalam dosa besar. Kita sangat kaget kenapa kita bisa tersesat sejauh itu. Kita melihat diri sudah berlumur cela. Kita melihat diri kita sudah tak utuh. Ada noda-noda tak kasat mata yang diri sendiri pun malu melihatnya, apalagi orang lain.

Apa yang akan kita lakukan? 

Apakah kita akan terus terpuruk? Menyerah atas kesalahan dan membiarkan noda itu terus menempel?

Tentu saja kita pun harus bangkit. Mari sembuhkan mental kita yang menyalahkan diri sendiri. Kita menerima keadaan bahwa kita sudah menyalahi aturan. 

Setelah itu bergeraklah untuk membersihkan diri dengan bertaubat yang diikuti dengan terus mendekatkan diri kepada Allah. 

Bayangan saat-saat kita terjatuh itu pasti masih membekas. Dan kita mungkin masih akan merasa sedih, marah dan merasa tak berharga. Diri kita sudah tak sama lagi, itu benar.

Tapi percayalah, Allah melihat proses kita ke arah lebih baik, bukan "ketidakutuhan diri kita".

Allah melihat naik turun kita untuk berbelok lagi ke arah-Nya, dan menuju surga-Nya. 

Aamiin. 

Sabtu, 04 Januari 2025

Cookies Putri Tropis




Ini saya bikin nama kue aneh banget kan 😅

Coba anda googling, beneran ada kukis nama itu nggak? Saya yakin nggak ada. Karena saya juga gugling, dan memang tidak ada 😁.

Jadi kenapa saya memberi nama kue itu, begini asbabul nya 😆.

Saya kan memang suka eksperimen baking yaa. One of my stress released. Nah, saya suka sekali membuat cookies yang gampang. Hanya beberapa bahan dan stepnya nggak ribet.

Tapi saya masih tim baking harus liat video yaa, alias harus sambil nonton reels atau video youtube 😄. Karena saya memang suka mengumpulkan resep-resep dari sana. 

Kemudian saya menemukan sebuah resep, entah apa namanya saya lupa lagi, kurang lebih resepnya seperti ini.

200 gr margarin

kuning telur dari 1 butir telur

Kedua bahan tersebut di kocok pake whisker. 

Setelah itu masukan 50 gr keju parut yang sudah didiamkan di kulkas kurleb 1 jam. 

Aduk memakai spatula sampai tercampur rata. 

Kemudian masukan terigu prosed 250 gr dan susu bubuk 27 gr. 

Boleh tambahkan vanila sedikit. 

Aduk rata. 

Kemudian bulatkan sekitar 7-8 gram dan lumuri dengan palm sugar atau brown sugar. 


Panggang di oven 150 dercel selama 25-30 menit. 


Nah sesimpel itu membuatnya

Tapi pas kue itu saya makan, kok rasanya kaya kue putri salju ya, bedanya kue putri salju ditaburi gula bubuk atau susu dancow, kalau ini ditaburi gula palm


Nah. dari situlah ide nama kukis ini berasal. 

Kan yang ditaburi gula halus namanya putri salju karena putih, berarti yg ditaburi gula palm adalah putri tropis, karena warnanya sawo matang 🤣🤣🤣


Wkwkw maaf ya gaje 😅


Btw, saya baru ngeh ternyata sabtu kemarin pun postingan saya tentang resep kukis 😂


sudahlah, ga apa2 yaa hihihi

Kamis, 02 Januari 2025

"Nete Taraje"




Saya mau cerita hal-hal receh dulu ya. 

Saya tidak menulis di blog ini selama 4 hari, artinya saya posting 4 tulisan. Tapi sayi menulis di platform lain 2 kali, artinya saya menulis 2 tulisan. Jadi sebenarnya saya hanya berhutang 2 tulisan. Bener, kan? Pusing kan? 

Saya tidak akan bilang lagi saya gagal. Karena, jujur ya, saya itu di masa lalu, mudah sekali mencap saya gagal ini, saya gagal itu, hanya karena saya berbuat kesalahan. Padahal kesalahan itu bukan disengaja, atau ya mungkin karena saya terlalu excited mengerjakan sesuatu hingga kemudian saya "terperosok". Bukan berarti saya merasa manusia suci yang tanpa noda, ya, bukan. Saya berkali-kali berbuat kesalahan, dosa, dan kesalahan lain, tapi Alhamdulillah Allah selalu mengirimkan "malaikat-malaikat" yang meluruskan saya kembali, membelokkan saya kembali ke jalan yang benar, mengingatkan saya, mengajegkan saya. 

Nanti, ya, saya akan cerita tentang "malaikat-malaikat" tak bersayap itu.

Baik, meskipun kemarin saya missed 4 postingan, saya tidak akan membayar hutang saya hari ini, jadi sya harus menulis 5 post, tentu tidak. Saya tidak mau stress hanya gara2 dikejar2 target tulisan saya, kecuali yang berkaitan dengan pekerjaan. Blogging ini hanya hobi. Tempat saya melepas stress. Jadi jangan sampai tempat melepas stress malah bikin stress. Jangan, dong. Saya nanti cari apa lagi buat stress released

Hari ini tetap akan pada track nya. Saya akan membahas tentang sebuah ayat, yang saya attached di gambar.

Masih dari QS. Al-Insyirah. One of my fav surah. Eh, btw kalo memfavoritkan surat atau ayat kayak gitu teh boleh ga? Bukan berarti saya nggak suka surat atau ayat yang lain ya, hanya saja ada beberapa surat yang maknanya dalem banget bagi saya. Tolong koreksi ya, kalau saya salah hehe.

Ini adalah ayat lanjutan dari ayat yang saya bahasa jumat lalu, yaitu ayat 4-5. 

Nah, di ayat 6 ini Allah memfirmankan bahwa "Maka jika engkau telah selesai (dengan satu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain".

Pernah mendengar filosofi ikan di laut, yang walaupun airnya asin, ikan-ikan itu dagingnya tidak asin. Konon, katanya ikan-ikan tersebut terus bergerak hingga tidak terkontaminasi asin. Dan itu menjadi hikmah filosofis, bahwa kita akan terus "sehat" tidak terkontaminasi hal-hal buruk jika terus dinamis, aktif dan inovatif. 

Hmm, itu bener ya, ikan di laut nggak asin gara-gara terus bergerak atau ada alasan ilmiah lain? Hehe, lagi2 saya minta pencerahan ya, alasan benernya gimana 😁

Jadi manusia itu sebenernya adalah mesin atau robot yang diberi perasaan, akal, instinct dan fitur-fitur manusiawi lainnya. Mesin atau robot tentu tugasnya untuk begerak, melakukan pekerjaan-pekerjaan. Dari mulai chips di otaknya, elemen-elemen di berbagai circuitnya, sistem A untuk tugas ini, sistem B untuk tugas itu, maksmila mungkin sampai 10 atau ratusan tugas. Itu mesin atau robot yang murni buatan manusia. 

Robot ini diciptakan untuk terus bergerak atau mengoperasikan tugasnya. Jika dia didiamkan tidak dioperasikan mesin-mesinnya, maka akan terjadi kerusakan, misalnya berkarat, aus, pelumasnya kering, yang akhirnya robot itu rusak. 

Untuk kita, sebagai robot buatan Allah yang menciptakan alam semesta, tentu chips dan elemen-elemen dalam diri kita ini maha dahsyat dan maha canggih. Bahkan bukan hanya ratusan tugas yang bisa kita lakukan, bisa jadi ribuan atau miliaran. Tugas disini bukan hanya tugas secara fisik, tapi termasuk tugas hati, pikiran, jiwa, yang masing-masing memegang peranan penting dalam kehidupan seorang manusia. 

Mesin-mesin Allah diciptakan bukan untuk didiamkan. Fitur mata, bukan hanya digunakan untuk tidur. Fitur telingan bukan hanya digunakan untuk mendengar musik. Fitur otak bukan hanya digunakan untuk melamun atau menyesali diri. Fitur tangan, kaki, bukan hanya digunakan untuk berjalan-jalan ringan saja. Fitur hati bukan hanya digunakan untuk meratapi kisah cinta yang kandas. 

Semua fitur yang Allah dalam diri kita mempunyai efek besar jika dimaksimalkan, dioptimalkan untuk dijaga dengan baik, dan di upgrade ke versi tercanggihnya.

Bagaimana cara menjaga dan mengupgrade nya, tentu saja dengan mengikuti dan mentaati ayat ini, yaitu dengan terus bergerak, mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Apakah itu berarti kita tidak boleh beristirahat? Tentu saja boleh. Dan itu sangat dianjurkan oleh Rasul. Tapi istirahat itu bukan berarti mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan mengerjakan hal dosa, istirahat disini bisa jadi ibadah yang kita kerjakan dengan khusyu, hanya kita dan Allah. Istirahat pun bisa jadi merupakan hal ringan, namun berefek mencerdaskan dan menyehatkan. Misalnya membaca buku atau olahraga ringan. 

Allah dan semua Kemahahebatannya adalah detail firman-Nya tak kan pernag bosan untuk direnungkan dan dibahas, lebih jauhnya lagi harus diamalkan.

Banyak ayat-ayat yang sangat sulit sekali kita amalkan.

Nah, kalau ayat ini, mungkin bisa kita amalkan sedikit demi sedikit. 

Yuk, kita mulai hari ini, detik ini, saat ini. 

Bye....

My Passport Story

Ga apa-apa saya dibilang kampungan atau malu-maluin. Dibilang telat, kemana aja, gitu doang meni hewir alias riweuh. Orang lain juga punya t...