Saya mau cerita hal-hal receh dulu ya.
Saya tidak menulis di blog ini selama 4 hari, artinya saya posting 4 tulisan. Tapi sayi menulis di platform lain 2 kali, artinya saya menulis 2 tulisan. Jadi sebenarnya saya hanya berhutang 2 tulisan. Bener, kan? Pusing kan?
Saya tidak akan bilang lagi saya gagal. Karena, jujur ya, saya itu di masa lalu, mudah sekali mencap saya gagal ini, saya gagal itu, hanya karena saya berbuat kesalahan. Padahal kesalahan itu bukan disengaja, atau ya mungkin karena saya terlalu excited mengerjakan sesuatu hingga kemudian saya "terperosok". Bukan berarti saya merasa manusia suci yang tanpa noda, ya, bukan. Saya berkali-kali berbuat kesalahan, dosa, dan kesalahan lain, tapi Alhamdulillah Allah selalu mengirimkan "malaikat-malaikat" yang meluruskan saya kembali, membelokkan saya kembali ke jalan yang benar, mengingatkan saya, mengajegkan saya.
Nanti, ya, saya akan cerita tentang "malaikat-malaikat" tak bersayap itu.
Baik, meskipun kemarin saya missed 4 postingan, saya tidak akan membayar hutang saya hari ini, jadi sya harus menulis 5 post, tentu tidak. Saya tidak mau stress hanya gara2 dikejar2 target tulisan saya, kecuali yang berkaitan dengan pekerjaan. Blogging ini hanya hobi. Tempat saya melepas stress. Jadi jangan sampai tempat melepas stress malah bikin stress. Jangan, dong. Saya nanti cari apa lagi buat stress released?
Hari ini tetap akan pada track nya. Saya akan membahas tentang sebuah ayat, yang saya attached di gambar.
Masih dari QS. Al-Insyirah. One of my fav surah. Eh, btw kalo memfavoritkan surat atau ayat kayak gitu teh boleh ga? Bukan berarti saya nggak suka surat atau ayat yang lain ya, hanya saja ada beberapa surat yang maknanya dalem banget bagi saya. Tolong koreksi ya, kalau saya salah hehe.
Ini adalah ayat lanjutan dari ayat yang saya bahasa jumat lalu, yaitu ayat 4-5.
Nah, di ayat 6 ini Allah memfirmankan bahwa "Maka jika engkau telah selesai (dengan satu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain".
Pernah mendengar filosofi ikan di laut, yang walaupun airnya asin, ikan-ikan itu dagingnya tidak asin. Konon, katanya ikan-ikan tersebut terus bergerak hingga tidak terkontaminasi asin. Dan itu menjadi hikmah filosofis, bahwa kita akan terus "sehat" tidak terkontaminasi hal-hal buruk jika terus dinamis, aktif dan inovatif.
Hmm, itu bener ya, ikan di laut nggak asin gara-gara terus bergerak atau ada alasan ilmiah lain? Hehe, lagi2 saya minta pencerahan ya, alasan benernya gimana 😁
Jadi manusia itu sebenernya adalah mesin atau robot yang diberi perasaan, akal, instinct dan fitur-fitur manusiawi lainnya. Mesin atau robot tentu tugasnya untuk begerak, melakukan pekerjaan-pekerjaan. Dari mulai chips di otaknya, elemen-elemen di berbagai circuitnya, sistem A untuk tugas ini, sistem B untuk tugas itu, maksmila mungkin sampai 10 atau ratusan tugas. Itu mesin atau robot yang murni buatan manusia.
Robot ini diciptakan untuk terus bergerak atau mengoperasikan tugasnya. Jika dia didiamkan tidak dioperasikan mesin-mesinnya, maka akan terjadi kerusakan, misalnya berkarat, aus, pelumasnya kering, yang akhirnya robot itu rusak.
Untuk kita, sebagai robot buatan Allah yang menciptakan alam semesta, tentu chips dan elemen-elemen dalam diri kita ini maha dahsyat dan maha canggih. Bahkan bukan hanya ratusan tugas yang bisa kita lakukan, bisa jadi ribuan atau miliaran. Tugas disini bukan hanya tugas secara fisik, tapi termasuk tugas hati, pikiran, jiwa, yang masing-masing memegang peranan penting dalam kehidupan seorang manusia.
Mesin-mesin Allah diciptakan bukan untuk didiamkan. Fitur mata, bukan hanya digunakan untuk tidur. Fitur telingan bukan hanya digunakan untuk mendengar musik. Fitur otak bukan hanya digunakan untuk melamun atau menyesali diri. Fitur tangan, kaki, bukan hanya digunakan untuk berjalan-jalan ringan saja. Fitur hati bukan hanya digunakan untuk meratapi kisah cinta yang kandas.
Semua fitur yang Allah dalam diri kita mempunyai efek besar jika dimaksimalkan, dioptimalkan untuk dijaga dengan baik, dan di upgrade ke versi tercanggihnya.
Bagaimana cara menjaga dan mengupgrade nya, tentu saja dengan mengikuti dan mentaati ayat ini, yaitu dengan terus bergerak, mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Apakah itu berarti kita tidak boleh beristirahat? Tentu saja boleh. Dan itu sangat dianjurkan oleh Rasul. Tapi istirahat itu bukan berarti mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan mengerjakan hal dosa, istirahat disini bisa jadi ibadah yang kita kerjakan dengan khusyu, hanya kita dan Allah. Istirahat pun bisa jadi merupakan hal ringan, namun berefek mencerdaskan dan menyehatkan. Misalnya membaca buku atau olahraga ringan.
Allah dan semua Kemahahebatannya adalah detail firman-Nya tak kan pernag bosan untuk direnungkan dan dibahas, lebih jauhnya lagi harus diamalkan.
Banyak ayat-ayat yang sangat sulit sekali kita amalkan.
Nah, kalau ayat ini, mungkin bisa kita amalkan sedikit demi sedikit.
Yuk, kita mulai hari ini, detik ini, saat ini.
Bye....