Senin, 19 September 2022

My Random-ness

Hmmm, jadi awalnya waktu itu saya sering banget stress melihat space memory hp saya yang sering penuh. Sudah saya bersihkan, tapi lagi lagi dalam beberapa hari sudah hampir habis lagi. 

Ya memang sih, beberapa "barang" yang membuat penuh yaitu video jedag jeduh hasil karya putri saya 😅, juga aplikasi game si neng ini. Meskipun itu beberapa game sudah saya warning supaya hapus. Ya, alhamdulillah bocah ini menurut. 

Nah, kemudian saya berpikir, mungkin phonebook saya juga menyebabkan memory cepat penuh. 

Saya pikir pikir, ga ada salahnya mereset kontak saya. Karena kadang ada beberapa orang yang dulu penting, tapi sekarang enggak penting 😁. 

Ya nggak apa apa sih. Saya pun mungkin seperti itu bagi mereka. Dulu penting, sekarang enggak. Ya it's okay, tak perlu merasa dibuang. 

Okay, akhirnya saya memutuskan untuk menghapus semua kontak saya. Toh, orang-orang penting, pasti ada di beberapa grup. Jadi saya bisa save ulang. 

Dan, yaa, akhirnya saya mendelet semua kontak. Kok, ada perasaan lega yaa. Akhirnya terlepas dari orang-orang yang nggak penting 😂. 

Nah, justru hal uniknya ketika saya mensave ulang nomor nomor yang ada di grup, keluarga, teman kerja, teman organisasi, komunitas, ortu siswa, guru2 putra putri saya, ternyata hanya beberapa puluh kontak wkwkwk. 

Saya sampai heran, kenapa waktu itu jumlah kontak saya sampai delapan ratusan, hihihi, rupanya kontak gaib 🤣

Ah, sudahlah, ini hanya ngacapruk yang mungkin berfaedah mungkin tidak. 

Bagi saya jadi perenungan sendiri, mungkin saya tidak seterkenal itu hahahah, bye 😚

Selasa, 13 September 2022

Neangan Bengsin

Isuk isuk, kuring geus tuturubun, nyetarter motor, tuluy ngadius ka kota. Nya reka naon deui apanan rek gawe, ngajar di sakola tercintah hahaha 😅. Bari rek nganterkeun budak dua ka sakolana masing masing. Nya ari nu sulung mah sarua sakolana di sakola kuring hehe. Ke nya didongengkeun ku kuring suka duka ngajar budak sorangan. 

Ayeuna mah urang ngabahas nu keur viral nyaeta BBM 😋

Tah, jadi tadi isuk teh, kuring tiluan jeung barudak, ngadius make si kukut nyaeta si beat oranye. Ke kuring rek ngadongeng deui ngeunaan si kukut ieu hihihi, seueur ngadongengna nyaa 😄

Tah, tos ngadius ka kota teh, kuring ngareret ukuran bensin dinu motor. Wei, naon eta teh namina nya BBM meter kitu? wkwkwk, dalapan taun gaduh motor, da teu terang eta namina naon qqqq.

Tos ah keun bae ke perkara BBM meter mah urang gugling heula ....

Tah cle, abi nurunkeun si sulung. Geus kitu ngadius ka sakola si bungsu. Cle, diturunkeun budak teh. Salam, terus disun, geus weh kuring ngadius deui, rek muru bengsin.

Tah, ayeuna mah tisaprak BBM naek wae, jadi kuring teh sok meuli bensin di SPBU. Biasana mah di tukang bengsin ngecer, tapi nyaa apan kudu berhemat ayeuna mah, jadi ka SPBU. Lumayan we, 20 teh bisa full tank. Kamari kamari eta mah pas acan naek. Ayeuna pas geus naek, jadi 24000 full tank teh 😤

Nya keun bae we, asal aya duitna kitu lin, Syukuri apa yang ada saur Mang Rian ge hehe, 

Tah, salian bengsin naek, gening neangana ge lumayan kudu usaha. Ari hese mah henteu. Ngan eta ku ngantrina. Kadang sapuluh menit, kadang mabelas menit. Komo mun ngantrina pas mentrang, mawa budak, duh, meni sok asa karunya, budak ka panasan. Tapi untungna teh barudak balageur saroleh. Alhamdulillah tara pundung diajak muru bengsin teh.

Tah, balik deui ka tadi isuk, berengbeng we ka SPBU langganan. Meni geus sieun we ngantri panjang. Tapi alhamdulillah ari pas belok, euleuh gening pondok. Da soalna aya dua antrian pertalite. Duh, alhamdulillah pisan. Jadi ngan lima menitan ngantri teh.

Alhamdulillah doa emak soleh, kitu meureun mun rek rada agul mah heheh, tapi ah kuring mah jauh ti solehah wkwkwk

Tah, kitu we nya dongeng ayeuna mah.

Janten aya sabaraha "tah" dinu seratan di luhur, barudak? wkwkwkwk

Senin, 12 September 2022

Health is the Expensive One

Something strange happened in my school recently. Within two months, there are some students who didn't go to school because of sickness. Many of them got cold, cough, headache, maag......includes my son 😞
We're a little bit worried. We're afraid the covid is back. But, NOOO, a big NOOO, we didn't want to learn online anymore. 
For us in Islamic school, guiding students from far away via gadget, is an obstacle. We can't transfer the insight and the caring without meeting them directly.
So, we're very grateful, when this year we can do the luring TLP 100%. 

Okay, I have to be positive thinking, that my students didn't get the corona. They only shocked to go to school daily from morning to evening. Yup, they're just adapted with the new condition. 

In my opinion the weather also affected the students' health. Usually in tropical countries, dry season lasts for almost six months, and rainy season vice versa. 
But, in the last five years, we can't predict the rain and the sun. In this year, we still have rains in May and June. And today in September the rain also has started. So, the dry season last only for three months.
Maybe it's the effect of global warming. The pollution, the bad energy that has been absorbed by the universe and affected to the earth.

Okay, let's go back to my students' health.
The point I should note, that health is a very expensive thing in life. Not only the health of our body, but also the health of our mind, soul and Iimaan
Yup, just like my blog hashtag 😁

Our "Perfect" body is the only privilege we have. We have to protect and take care of it. No matter what, just keep your selves healthy and sane 💓


Minggu, 11 September 2022

You Can Take It Slowly for A While

Saya baru menyadari, bahwa ternyata ada karakter keukeuh, keras kepala, ketika ada impian, harus wajib tercapai. 

Yaa, mungkin sifat itu akan terasa mudah, ketika saya adalah seseorang yang mempunyai privilege lengkap. Maksudnya, materi berlimpah, fisik yang sekuat superman, support system yang selalu mendukung, lingkungan yang nyaman, dannn lain sebagainya...

Tapi, entahlah, yang saya rasakan, semuanya terasa sulit. Saya bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Bahkan bisa dikatakan saya adalah generasi sandwich, alias, selain harus membiayai diri sendiri, keluarga kecil saya, juga harus membiayai beberapa adik.

Hmmm, katakanlah saya tidak tahu berterima kasih dan tidak tahu bersyukur. Astagfirullah semoga Allah mengampuni.

Hanya saja, di usia yang tak lagi muda dengan mimpi yang menggunung, membuat saya mudah terbawa emosi dan baper. Bukan baper kepada orang lain, lebih kepada kadang saya kecewa dengan diri saya sendiri yang tak mampu berusaha lebih keras untuk meraih mimpi.

Kadang saya ingin mundur menjadi pemimpi. Ingin jadi emak emak yang normal saja. Mengurus anak, bekerja dengan santuy, pergi pagi, pulang sore. Tanpa membawa pikiran bahwa siswa saya harus seperti ini, nanti di sekolah ingin mengadakan program ini. Ingin mempunyai lembaga ini dan ini, hahhhh...

It's so tiring.

Tapi entahlah, mimpi menjadi ini itu, spertinya sudah menempel erat di otak seperti lintah. Atau bahkan sudah menjadi bagian dari diri saya, menjadi soulmate.

Mungkin saya akhirnya harus ikhlas. Bahwa inilah diri saya dan orang-orang di sekitar saya. 

Bahwa tidak semua orang berani bermimpi dan menghalau rintangan-rintangannya, jika saya salah seorang yang seperti itu, mungkin saya bisa memanggil diri saya hebat. 

Yahh, hebat bukan untuk bersombong. Tapi hebat untuk mengobati luka-luka diri.

Hal lain yang bisa mengobati juga, mungkin saya harus mengerem sedikit, laju impian saya. Dipilah dipilih mana yang jadi prioritas dan mana yang harus dikesampingkan.

Mungkin tak apa sekali kali, jangan menengok komputer atau laptop. Fokus saja membaca novel favorit atau makan makanan kesukaan.

Ah, ya memang harus seperti itu.

Semangat....


Kamis, 08 September 2022

Forty

Happy forty for myself 😄

Kalo anak sekarang bilang, so sad banget ya, ga ada yang ngucapin hihi, even my closest ones, kaya suami sama anak, juga nggak ada yang bilang happy birthday. So, am I so sad of it? 

definitely not 😁

Jadi memang keluarga besar saya, baik secara hubungan darah ataupun hubungan pekerjaan, tidak memberikan perhatian khusus pada birthday birthday ini. Apalagi sampai diberi tart, kado, surprise party, wkwkwkw, tidak bangettt 😅

Tapi kami tetap menghormati mereka yang mempunyai budaya seperti itu. 

Nah, sudah yaa, itu saja sedikit persepsi saya tentang perayaan hari ultah. Intinya saya atau kami bukan orang-orang yang terbiasa merayakannya.

Selanjutnya ada hal yang lebih membuat saya merenung, yaitu bilangan umur saya, yang bisa dikatakan In the middle. Yaa, istilahnya ditengah-tengah menuju tua. Itupun kalau yang disebut tua adalah usia 60, 70, 80. 

Sedangkan untuk jatah usia, entahlah. Mungkin saya masih di awal usia atau sudah di penghujung. Ya itu yang menjadi perenungan saya sekarang.

Do'a-do'a selalu saya panjatkan, salah satunya 

"Ya Allah, beri saya umur yang panjang dan sehat, dan berkah, dan bermanfaat bagi masyarakat." Harapan saya bisa seperti itu. Membersamai suami hingga tua, membimbing putra putri di setiap tahap kehidupan penting mereka, sekolah hingga jenjang tertinggi, mencari pendamping hidup, menikahkan, mempunyai anak, mengurus cucu...."

Duh, emak kok melow membayangkannya 😭

Ya, Allah, ternyata benar kata Rasul, hidup ini pendek. Hidup ini hanya penghentian sementara. Tapi kadang kita lupa. Kadang kita merasa akan hidup selamanya. Hingga berlomba-lomba memumpuk harta, mencapai prestise yang kadang jauh dari rido Allah.

Terakhir saya ingin mengucapkan kepada diri saya sendiri.

Welcome to forty, please be wiser and kinder to yourself. Be happy and keep in close to Allah 💓

Rabu, 07 September 2022

Pasuliwer

Do you miss me, bestie? 😁

Maafkan, ya, berabad abad nggak posting... Serasa gagal membangun komitmen menulis 😭

But, don't worry, meskipun nggak nulis di blog, beberapa hari kemarin ikutan challenge menulis sampai 3 season 🤭. 

Jadi, yaa, kebiasaan menulis masih bisa dipertanggung jawabkan, lah hehe

Well, today is Sunday, here, in Sumedang 😃

What day is it in your place? 😌

Kali aja ada reader yang orang korea 😅

By the way, I'm learning hangeul right now. 

It's challenging, though it's confusing 🙃

사랑해

Baru bisa nulis itu 😅

But, I enjoy reading hangeul, serasa ngobrol sama 동민 🤣


Pfiuhh, I laughed a lot, but actually I wanna cry a lot... 

Yup, just like love and hate, laugh and cry also has a thin borderline 🕯


Tough days, what is the best remedy for it? 

Riding in traffic jam

Flat face all the time

Blaming ourselves

Singing "complicated"


Tapi sejak BBM naik, saya banyak bersyukur. Sangat sangat tidak ingin berkeluh kesah, tidak ingin banyak mendumel, saya tiba-tiba sangat berterima kasih kepada Allah akan berbagai hal.

Tentu yang sangat saya syukuri adalah keluarga kecil saya yang masih lengkap. Suami yang penyayang, bertanggung jawab, pekerja keras, jarang menuntut, tidak pernah marah, ahhh, the best I've ever had.

Juga putra putri yang lengkap, tidak neko neko, penurut, disiplin shalat dan mengaji. Tidak sulit dibangunkan. Si kaka sangat mandiri pergi ke sekolah. Tidak bandel, tidak banyak gaya, sangat baik bersosialisasi dengan teman.

Rumah yang nyaman, tempat tidur, dapur, kamar mandi, air yang sangat leluasi bisa dipakai. beras, garam, telur, kecap, masih tersedia di rak dapur.

Allah, aku bersyukur atas semuanya, bersyukur atas kelapangan ini. Semoga semua privilege yang kau berikan, bisa menjadi wasilah untuk kami sekeluarga senantiasa beribadah kepadamu.

Itu saja untuk hari ini.

Thanks everyone 💜

My Passport Story

Ga apa-apa saya dibilang kampungan atau malu-maluin. Dibilang telat, kemana aja, gitu doang meni hewir alias riweuh. Orang lain juga punya t...