Apa anda membaca postingan saya kemarin yang berjudul "Alur Tak Genap"?
Kalau iya, mmmm, maafkan yaa, puisinya aneh banget 😄
Jadi memang tidak terlalu suka puisi, apalagi membuatnya, nggak bisa banget.
Cuma akhir2 ini di Ig kan banyak akun-akun galau, broken-heart gitu yang postingannya puitis-puitis gitu. jadilah agak tertantang, kira-kira bisa nggak ya bikin puisi, tapi ternyata duh, it's not my passion
Pernah juga mengikuti beberapa lomba tulis puisi, berharap menang karena hadiahnya lumayan, bukan karena suka puisi, dan walhasil, boro2 menang, masuk finalisnya juga enggak 😂
But, I do appreciate someone who can write poem or poetry well and touch the readers' feeling.
Sangat2 salut sama orang-orang yang bisa nulis dengan puitis tentang tema apapun, dan pembaca bisa merasakan feel nya.
Btw, sebenernya nama saya itu ada unsur puisinya, sih.
Kan puisi itu bahasa inggrisnya poem atau poetry, nah nama saya kan ada saputri, putri, dari poetry kan kayanya. Soalnya kalau berasal dari putri, princess, kayanya jauh banget gitu, karakter saya banyak yang melenceng dari sifat-sifat putri yang gemulai, anggun, penurut, hihihi.
Ah, sudahlah.
Tapi saya pernah membuat fiksi puisi, atau apa ya namanya. Ya, kayak cerita gitu tapi berima.
Ini sekitar 3 tahun atau 4 tahun lalu saya buat, dan dimuat di salah satu buku antologi.
Saya baca kembali tulisan saya ini, ih, kok ngena ya, pedihnya terasa wkwkwk, padahal itu terjadi sebelum "bom" tahun 2023 hihihi.
Ya di 2023 saya mendapatkan, argghh apa namanya...sudahlah nanti saya ceritakan, atau mungkin tidak akan pernah saya ceritakan, maaf, mianhe
Okay puisi ga cocok.
Gimana kalo nulis fiksi?
Novel, cerita anak, komik?
Cerita anak pernah yaa, dan itu menantang banget. Jangan dikira menulis cerita anak dianggap cetek. Ah cerita buat anak ini, kenapa harus susah-susah?
Justru itu, karena anak itu adalah usia golden age yang harus diedukasi dengan tepat, maka banyak banget aturannya.
Nanti ya lain kali saya share pengalaman nulis cerita anak. But, deep inside, saya pengen banget menaklukan cerita anak ini. Maksudnya terobsesi membuat buku solo cerita anak. karena kalo antologi udah ada beberapa. cieee, sombong wkwkwk
Komik? Noo, ga bisa. Ga bisa gambar sih masalahnya, meskipun itu bisa aja dikerjakan ilustrator. Hmm, ga dulu deh.
Kalo novel? Nah ini salah satu obsesi juga. Karena saya pecinta novel terutama novel romance, yang happy ending.
Tapi susah banget yaa nulis novel, padahal saya punya kisah nyata yang sepertinya seru dijadikan novel, bahkan dramkor sekalipun hahahah
Sepil jangan nih? Hihihi
Ah sudahlah.
Saya kerja dulu yaa.
Take care, kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar