Senin, 09 September 2024

Menjadi Ibu Itu (Tidak) Mudah

Hai....hai....
It's nine of nine

Pengumuman yaa, today is my birthday 💢😎

Alhamdulillah, bisa menginjak 24 tahun 😇so blessed....

Tapi ga ada yang ngucapin sih, even my husband and my children. Nggak sedih sih, karena memang kita nggak membudayakan buat merayakan itu. 
Hmm, nanti lah ya saya cerita kenapa nggak ada perayaan ultah di hidup kita.
Tapi ada sih satu orang (company hihi) yang kirim chat Happy Birthday Bu Jazzy, bla bla bla, yaitu dealer mobil, yg dimana kita emang lagi punya hutang kredit disitu 😅

Nah bicara tentang 24 tahu saya, wkwkwk, maafkan, dibalik yaa, alias 42 tahun 😐, salah satu blessing yang saya sukuri sampai detik ini, yaitu Allah menakdirkan saya menjadi ibu. Itu adalah hadiah Allah terindah, atau "hutang" mungkin, dimana saya harus "membayar hutang" itu dengan senantiasa "merawat" diri saya dan anak-anak saya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

Di bulan November 2007, tepatnya, saat itu saya dinyatakan hamil, 6 bulan setelah pernikahan saya. Ya, kosong 6 bulan itu, sempat membuat saya sedih, kenapa belum hamil juga. Alhamdulillah Allah segera mengabulkannya tak berapa lama.

Ketika saya ditakdirkan hamil, tentu saja saya dan suami sangat excited. mengikuti rules ibu2 hamil, yaitu periksa ke bidan, ke dokter kandungan, minum vitamin, makanan bergizi, jangan makan ini, jangan minum itu, harus banyak melakukan ini, itu dll.

Kandungan saya alhamdulillah sehat dan fit hingga hari kelahiran tiba yaitu di 28 Agustus 2008 dini hari. 

Ya, saat itulah kemudian putra tercinta kami lahir melalui proses normal di sebuah klinik bidan. Hmm, sampai saat ini saya masih bisa merasakan sakitnya. Kalau orang lain katanya sudah lupa. Tapi saya masih ingat sakit dan perihnya secara fisik. Hanya saja rasa sakit itu membuat saya amazed bahwa saya adalah seorang wanita yang terpilih dan diberkahi. 

Putra saya tumbuh dengan baik, sehat dan "sempurna". Silakan dibaca postingan tentang "My Fathan". 
Ya, kami menamainya Fathan, yang berarti seseorang yang selalu membuka jalan kemenangan. Tentu itu doa dalam artian semoga ia selalu dilimpahi kesuksesan.

Saya sudah ngantuk btw...
ingatkan saya untuk meneruskan tulisan ini yaa....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Passport Story

Ga apa-apa saya dibilang kampungan atau malu-maluin. Dibilang telat, kemana aja, gitu doang meni hewir alias riweuh. Orang lain juga punya t...