Maafkan, besties, hari ini saya posting pendek aja yaa.
Lumayan padat dari pagi sampe magrib.Ditambah dikejar deadline seminggu lagi wkwkwk...
Jadi selama beberapa hari ini saya memikirkan sesuatu. Maksudnya berpikir, mendalami, menganalisa, kayak gitu gitu lah. Karena kalau berpikir, pasti kan tiap saat juga berpikir, apalagi emak-enak, pikirannya kadang lebih luas dibanding kapasitasnya sendiri haha apa sih? 😅
Satu hal yang menjadi bahan pikiran saya adalah sebuah ungkapan yang sangat digandrungi semua orang yaitu "Just Be Yourself"
Ya, ungkapan itu banyak dijadikan prinsip hidup bagi sebagian besar orang-orang.
"Jadilah diri sendiri" artinya seperti itu dalam Bahasa.
Kita sebagai orang harus bertindak sebagaimana kita adanya, tidak dipalsukan dan tidak dimanipulasi alias tidak munafik.
Dalam pemahaman ini, mungkin benar adanya. Jangan menunjukkan karakter yang jauh dari karakter asli kita, hanya ingin disenangi orang lain, atau jaman sekarang disebutnya pencitraan.
Tapi, kemudian pemahaman itu ada yang diartikan seperti ini, bahwa inilah saya apa adanya. Saya yang judes, saya yang pelit, saya yang ketus, saya yang kadang berbicara kasar, kotor, dlll, misalkan. Jadi ketika orang lain memintanya untuk memperbaiki diri, atau mengingatkan, dengan enaknya ia berdalih, ini diri saya. Saya akan tetap seperti ini karena saya ingin jadi diri saya sendiri.
Menurut saya, jika kita berprinsip "Be Yourself" dan bangga dengan sifat-sifat minus kita, maka "diri kita yang minus" itu jangan dianggap sifat pribadi kita.
"Be Yourself" itu adalah ketika kita stay dengan sifat terbaik kita. Maka kita harus dengan bangga bahwa itulah diri kita yang sebenarnya.
Maka, tolong ganti yaa, jangan lagi berprinsip "Be Yourself" tapi harusnya "Be Your -best- self" 😎
Tidak ada komentar:
Posting Komentar